Yogyakarta, BEDAnews
Sekitar 50 orang mahasiswa kelas khusus Sekolah Tinggi Hukum Bandung (STHB), melakukan studi lapangan dengan mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Wirogunan Yogyakarta, Sabtu (10/11) lalu, didampingi dosen pembimbing Dr. H. Asep Suparman, S.H., M.Si., dan Dr. Hj. Emma Dysmala, S.H., M.Si.
Dihadapan Kepala Lapas Klas II A Wirogunan Yogyakarta, Riyanto, Bc.IP., S.H., beserta jajarannya, pembimbing Dr. H. Asep Suparman, S.H., M.Si., mengutarakan kunjungan tersebut bertujuan agar mahasiswa mengetahui kondisi factual dalam pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan.
Asep juga berharap, agar kunjungan dapat ditindaklanjuti dengan MoU secara formal antara STHB dengan Lapas Wirogunan dan dapat memberikan kontribusi positif karena lapas merupakan laboratorium bagi mahasiswa hukum.
Sementara Kepala Lapas Klas II A Wirogunan Yogyakarta, Riyanto, Bc.IP., S.H., dalam sambutannya menyatakan senang atas kunjungan rombongan dari STHB, karena memberikan nuansa tersendiri bagi Lapas dan warga binaan, yang selama ini kebanyakan kunjungan hanya dari pihak keluarga warga binaan saja. “Saya sangat mengapresiasi niat STHB untuk melakukan MoU atau kerjasama dengan kami Lapas Wirogunan Yogyakarta,” katanya.
Lapas Wirogunan Yogyakarta, menurut Riyanto, semula merupakan Lapas Klas IA, namun kini telah dirubah statusnya menjadi Lapas Klas II A dan hanya untuk menampung kasus-kasus tindak pidana umum saja.
Dari kapasitas untuk 404 orang, Lapas Klas II A Wirogunan Yogyakarta kini dihuni oleh sebanyak 295 warga binaan yang terdiri dari 276 laki-laki dan 19 orang wanita, papar kalapas.
Pada kesempatan yang sama, kepada bedanews.com Ketua rombongan Hamynudin Fariza menyebutkan kunjungan ke Lapas Wirogunan adalah merupakan kegiatan dalam rangka studi lapangan mata kuliah Kriminologi.
“Dengan kegiatan tersebut, kami berharap dapat memperdalam pengetahuan dan pemahaman sebagai mahasiswa tentang ilmu yang didapat dikampus dengan kenyataan dilapangan serta untuk mengetahui secara langsung keadaan di lembaga pemasyarakatan,” ungkap Amin. (Bud)











