Rasulullah saw. Bersabda:
“Pembunuhan seorang muslim lebih agung di sisi Allah daripada lenyapnya dunia ini.” (HR an-Nasa’i)
Sesungguhnya, fenomena pembunuhan ini adalah potret dari kondisi masyarakat yang sakit dalam sistem kapitalis liberal. Sistem yang semakin memperbanyak orang teraniaya serta semakin menumbuhsuburkan kebodohan di tengah-tengah masyarakat. Sistem ini meletakkan penguasa dan negara sebagai pihak yang lepas tangan dari tanggung jawab menjaga rakyat kecil, membebaskan pihak yang kuat untuk memanfaatkan pihak yang lemah dan berpotensi besar menghilangkan nyawa manusia tanpa hak.
Merajalelanya tindakan kriminal tersebut adalah buah dari sistem yang rusak. Sistem kapitalisme dengan akidah sekulernya, yaitu sebuah paham yang sangat berbahaya karena memisahkan kehidupan bermasyarakat dan bernegara dari syariah Islam. Akibatnya, masyarakat tidak bisa membedakan dengan baik mana yang benar dan salah. Manusia digiring dari kebahagiaan sejati hanya untuk kesenangan sesaat. Paham ini lah yang diadopsi oleh masyarakat dan diterapkan oleh pemerintah di negeri ini, yang telah membuka pintu lebar-lebar bagi berkembangnya berbagai macam pemikiran cacat dan kotor. Pada akhirnya disadari atau tidak menjadi senjata yang efektif melemahkan kaum muslim. Paham yang menjadikan kepentingan kelompok di atas segalanya ini dengan sukses memecah belah kaum muslim dan menghilangkan kepedulian umat Islam sebagai satu tubuh.













