Dipertahankannya sistem pembawa keburukan bahkan diadopsi pula oleh negara berpenduduk mayoritas muslim saat ini karena iming kesejahteraan dari negara Amerika (AS) begitu menggoda. Padahal AS dengan asas kebebasannya telah menampakkan kondisi sekarat, berada di stadium 4. Krisis moral tampak dari pergaulan bebas, seks bebas, dan legalitas elgebete menjadi virus mematikan merusak tatanan keluarga, masyarakat dan negara. Anehnya, meski keburukan itu terpampang nyata tak sedikit kaum muslim mengakuinya sebagai modernisasi dan hak asasi manusia.
Tidak cukup sampai di situ. AS dan negara barat lainnya menyasar negeri kaum muslim termasuk Indonesia untuk menguasai aset publik serta kekayaan alamnya melalui kerjasama, utang luar negeri dan deal-deal politik. Sayap penjajahan yang dibentangkan AS dan kroninya telah mampu membuat penguasa muslim patuh, bak kerbau dicocok hidungnya.











