Selain itu, ia juga meminta warga agar solid dan kompak.
“Informasi dari warga tidak ada satupun perwakilan Pemerintah Daerah yang hadir. Jangan sampai ada anggapan konflik antara warga dengan PT KAI sengaja dibiarkan. Saya minta PT KAI untuk bertanggung jawab,” tukasnya.
Ono menambahkan agar DPRD Kota dan Provinsi mengundang secara khusus PT KAI dan duduk bersama mencari solusi.
“Kami juga akan laporkan juga ke Komisi di DPR RI yang terkait dengan BUMN untuk segera menyikapi PT KAI. Terlebih penggusuran ini dilakukan untuk membangun sebuah pusat bisnis. Ini dzolim manakala membangun pusat bisnis ini menyengsarakan rakyat yang sudah berpuluh puluh tahun tinggal di lokasi tersebut,” pungkasnya.
Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Achmad Nugraha mengatakan bahwa pihaknya telah berupaya memanggil PT KAI terkait penggusuran rumah warga Jalan Anyer Dalam.













