Siapa yang mengetahui? Siapa yang mengawasi? Siapa yang memberi izin? Bagaimana fasilitas itu muncul? Siapa yang membiayai dan siapa yang menikmati?
Yang tidak kalah penting, mengapa pengawasan internal tidak menemukan persoalan itu lebih awal?
Jika jawabannya hanya mengganti beberapa orang sementara sistem tetap sama, kita belum menyelesaikan masalah.
Kita hanya mengganti pemain, sementara permainannya tetap sama.
Dalam bahasa militer, ketika sebuah satuan menghadapi kegagalan, kita tidak serta-merta menyalahkan satu prajurit. Kita memeriksa kepemimpinan, prosedur, disiplin, pengawasan, dan sistem kendali.
Begitu pula pemasyarakatan.
Reformasi harus menyentuh sistem.
*Cibinong Jangan Berhenti di Cibinong*













