Semua temuan tersebut tentu harus diperiksa dan dibuktikan sesuai hukum.
Namun ada fakta yang patut menjadi perhatian. Kapasitas lapas disebut 845 orang, sementara penghuninya mencapai 1.847 orang lebih dari dua kali kapasitas.
Ketika sebagian warga binaan hidup dalam kondisi penuh sesak, mengapa muncul dugaan fasilitas yang begitu berbeda?
Persoalannya bukan sekadar AC, sofa, televisi, kendaraan, atau simulator golf.
Pertanyaan yang lebih mendasar adalah: Apakah hukum masih mempunyai wajah yang sama bagi semua orang ketika pintu penjara telah ditutup?
*Pengawasan Bukan Musuh Kekuasaan*
Saya pernah berada dalam lingkungan yang mengenal prinsip sederhana: tidak ada komando tanpa pengawasan.
Perintah harus dapat diperiksa. Keputusan harus dapat dipertanggungjawabkan. Kewenangan harus memiliki batas.













