Dalam pertemuan tersebut, Rm. Yos juga memaparkan perkembangan pelayanan pastoral Katolik bagi personel TNI dan Polri di sejumlah wilayah. Pelayanan tersebut terus diperluas melalui koordinasi dengan para uskup setempat, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Nusa Tenggara Timur hingga Jawa.
Kadisbintalau menyambut baik perkembangan tersebut dan berharap, setiap kegiatan OCI maupun pelayanan rohani Katolik yang melibatkan prajurit TNI dapat terus dikomunikasikan dengan jajaran Disbintalau. Dengan demikian, kegiatan pembinaan rohani dapat menjadi bagian integral dari pembinaan mental TNI AU.
“Yang kita kerjakan adalah objek yang sama, yaitu umat. Kita ingin bergandengan tangan dalam moderasi beragama agar ekspresi keberagamaan tidak menjadi sumber persoalan, tetapi justru memperkuat persatuan,” tegasnya.













