Menurut Jaeetul, keterbatasan personel dan anggaran tidak boleh menjadi penghalang untuk memberikan pembinaan secara maksimal. Justru melalui kolaborasi dengan lembaga keagamaan, berbagai persoalan yang dihadapi prajurit dan keluarga dapat dicarikan solusi bersama.
Mgr. Antonius menegaskan, KWI terbuka untuk mendukung kerja sama tersebut. Jejaring pembinaan mental TNI AD, TNI AL dan TNI AU telah berada di berbagai keuskupan dan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pelayanan tanpa harus membangun struktur baru.
Ia berharap, kerja sama TNI AU dan Gereja Katolik dapat menjadi contoh yang kemudian dikembangkan lebih luas. Bahkan, menurutnya, jika model tersebut berjalan baik, bukan tidak mungkin menjadi rujukan untuk penguatan kerja sama di tingkat Mabes TNI.













