“Kami menyediakan diri untuk bekerja sama. Mudah-mudahan di semua keuskupan ada pelayanan seperti ini dan ke depan dapat dilakukan pertemuan nasional para pembina pastoral bagi prajurit,” kata Mgr. Antonius.
Audiensi ditutup dengan komitmen kedua pihak untuk melanjutkan komunikasi dan menyusun langkah konkret menuju MoU. Kerja sama tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi dokumen formal, tetapi menjadi landasan penguatan pembinaan mental, pelayanan rohani, moderasi beragama serta pengabdian prajurit dan keluarga TNI AU kepada bangsa dan negara. (Red).
Page 8 of 8













