Sementara itu, Rm. Yos Bintoro, Pr., menekankan pentingnya keberadaan imam yang dapat memberikan pelayanan rohani secara berkelanjutan di lingkungan TNI AU. Menurutnya, kebutuhan tersebut terutama terlihat di sejumlah pusat pendidikan dan satuan strategis, antara lain di Yogyakarta, Bandung dan lingkungan pembinaan mental TNI AU.
“Secara simbolik maupun historis, pelayanan pembinaan mental di lingkungan TNI juga dimulai dengan kehadiran seorang imam. Karena itu, kami berharap ke depan ada imam yang dapat masuk dalam struktur organik sehingga pelayanan dan pembinaan dapat berlangsung secara berkesinambungan,” ujar Rm. Yos.
Ia juga menyebut, pembahasan MoU antara institusi keagamaan dan TNI sebenarnya bukan hal baru. Pengalaman dalam pembinaan lintas agama di lingkungan TNI menjadi modal penting untuk membangun kerja sama yang lebih sistematis antara TNI AU dan Gereja Katolik.













