Cimahi, BEDAnews
Kunjungan kerja sejumlah anggota DPRD Cimahi ke berbagai daerah kembali menuai protes elemen masyarakat Kota Cimahi. Pasalnya, selain memboroskan anggaran daerah, juga dinilai manfaatnya bagi Kota Cimahi masih belum jelas.
“Kami meminta sejumlah kunjungan kerja yang dilakukan anggota DPRD tersebut dilakukan audit, apakah bermanfaat bagi kemajuan Kota Cimahi ataupun tidak, sehingga masyarakat menjadi jelas apa urgensi dan manfaat kunjungan kerja dewan bagi pemerintahan dan masyarakat Kota Cimahi,“ kata Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Kota Cimahi Golfrid SP, kepada wartawan, Kamis (7/3).
Menurut Golfrid sejauh ini masyarakat mempertanyakan apa saja yang dilakukan oleh para anggota dewan tersebut, apakah ada nilai manfaatnya atau tidak, jangan karena merupakan program kerja yang sudah ditetapkan, menjadikan alasan bagi anggota DPRD melakukan kunjungan kerja.
Dia melanjutkan, jika memang kunjungan kerja itu harus dilakukan karena tuntutan pekerjaan para anggota dewan, kenapa harus semuanya ikut serta, padahal bisa saja diwakili oleh sebagian anggota dewan saja, sehingga tidak memboroskan dana APBD.
“Selama ini kunjungan kerja anggota dewan keluar kota juga belum jelas, apakah daerah yang dikunjunginya merupakan pemerintahan yang lebih baik atau lebih maju dari Kota Cimahi, apalagi era teknologi seperti sekarang ini kan tinggal buka internet, semua informasi apapaun ada, termasuk soal pemerintahan,” kata dia.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun, sejak Januari 2013, hampir tiap minggu para anggota DPRD Kota Cimahi meninggalkan kantor untuk melakukan kunjungan kerja ke luar daerah, mayoritas tempat yang dikunjungi oleh para anggota dewan tersebut adalah kabupaten/kota yang berada diluar Provinsi Jawa Barat.
Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi H. Nabsun, saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya hingga berita ini dibuat, belum memberikan tanggapannya. (Bubun M)











