Kemudian kepangkatan dinas Polri menyerupai kepangkatan militer TNI yang bisa membuat image adanya struktur hirarkhi tersendiri dalam suatu kekuasaan khusus dan terkesan seperti pasukan komando khusus yang berimage menyeramkan.
Ini semua secara semangat institusi “espirit de corps” membawa pengaruh kepada kebanggaan dan rasa percaya diri yang kadang berlebihan. Jangankan institusi Negara, suatu kelompok Ormaspun akan mengalami hal yang sama jika ada backingan penguasa.
*Bagaikan “anak emas”*
Pemberdayaan Polri oleh penguasa terkesan berlebihan. Polisi ada di berbagai sektor eksekutif pemerintahan. Mungkin saja ada suatu tujuan tertentu dimana personal Polri sengaja disebarkan di berbagai institusi sipil di luar kedinasan Polri.
Pada 2015-2019, perwira aktif Polri setidaknya tercatat ada di sembilan jabatan penting sipil, mulai dari kepala BNN, Kepala Bulog, Dirjen Imigrasi, Kepala BIN, Sekretaris Utama Lemhanas, Menteri PAN-RB, Ketua KPK dan lain-lain.













