Garut, BEDAnews
Untuk menghilangkan risiko banjir dan mengurangi potensi banjir serta memanfaatkan sempalan sungai di wilayah sungai Cimanuk, maka jangan sampai didirikan bangunan permanen diwilayah tersebut. Namun perlu dilakukannya konservasi tanaman-tanaman keras, agar erosi dan banjir disungai Cimanuk dapat diantisipasi.
Perubahan tata guna lahan pada suatu daerah aliran sungai (DAS) berdampak pada perubahan karakteristik aliran di daerah tersebut yang menimbulkan berbagai permasalahan sumber daya air seperti erosi dan sedimentasi, degradasi sungai dan lahan, banjir dan penurunan debit handal.
Permasalahan tersebut bertambah dengan peningkatan limbah industri yang belum terkelola dengan baik sehingga mangakibatkan penurunan kualitas air dan diperparah dengan adanya perubahan iklim secara global.
Untuk mengetahui tindakan yang diperlukan dalam mengurangi dampak perubahan tata guna lahan terhadap karakteristik hidrologi, perlu dilakukan pemodelan hidrologi pada suatu area percobaan agar diketahui nilai parameter model untuk berbagai penutup lahan.
Selain itu perlu dilakukannya penanganan permasalahan sumber daya air seperti sedimentasi, aliran debris, pencemaran air, degradasi sungai, permasalahan muara pantai dengan pendekatan struktural agar didapatkan penanganan yang optimal.
Salah satunya adalah lokasi wilayah yang mencakup seluruh Daerah Aliran Sungai Cimanuk, dengan batas administrasi yang meliputi Kabupaten Garut, Majalengka, Sumedang, Indramayu, Kuningan, Tasikmalaya dan Bandung, Provinsi Jawa Barat.
Agar penelitian dan uji coba ini dapat optimal perlu adanya sarana yang disebut experimental basin sebagai laboratorium lapangan dimana pada basin tersebut dapat dilakukan penelitian untuk mendapatkan parameter model dan koefisien serta uji coba berbagai teknologi dalam penanggulangan permasalah sumber daya air, ungkap kabid KPSDA konservasi dan penegembangan Sumber daya air Dinas SDAP kabupaten Garut Guriansyah.S. kepada bedanews.com, Rabu (20/3).
Kita tidak bisa menghilangkan potensi dan harus mampu mengurangi debit air, sehingga tidak terjadi erosi yang nantinya menyebabkan menyebabkan terjadinya banjir. kalau memperhatikan sempalan sungai, serta pemeri ntah bukan melarang masyarakat untuk memanfaatkan sempalan sungai yang dimiliki oleh masyarakat. tetapi, masyarakat harus memperhatikan aspek-aspek konservasi lahan dan air.
Diungkapkan Guriansyah, sungai yang ada diwilayah Cimanuk minimal 50 meter sempalan sungai pemasokannya untuk konservasi dan itu harus dimanfaatkan dengan tanaman-tanaman keras, bukan didirikanya bangunan-bangunan permanen.










