“Kami menyampaikan kulo nuwun dan sowan kepada Ibu Wali Kota, sebagai pejabat baru di Jawa Tengah. Kota Semarang memiliki daya ungkap narkoba yang tinggi, sehingga membutuhkan kerja keras bersama. Saat ini dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, baru terdapat 9 BNN Kabupaten/Kota, sehingga peran BNNP masih sangat dominan, termasuk di Kota Semarang,” ujar Toton Rasyid.
Ia menjelaskan bahwa, pola peredaran narkoba saat ini semakin kompleks, terutama melalui media sosial, di mana mayoritas pembeli berasal dari kalangan anak muda. Jalur peredaran narkotika, khususnya sabu, banyak masuk dari Kalimantan dan Malaysia, dengan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang kerap menjadi lokasi transit sebelum diedarkan ke wilayah lain di Pulau Jawa.













