Oleh: M.R. Mualimin
YOGYAKARTA || Bedanews.com – Pagi itu, di sebuah kedai kopi di sudut kota, seorang pemuda sibuk mengambil foto cangkirnya dari berbagai sudut. Ia menggeser piring kripik, menyesuaikan pencahayaan, lalu mengunggahnya ke media sosial lengkap dengan kutipan bijak. Namun, tepat di samping mejanya, seorang ibu tua tampak kepayahan membawa dua tas belanjaan besar. Pemuda tadi melihatnya sepintas, lalu kembali asyik menghitung jumlah likes yang masuk.
Pemandangan sederhana ini seperti potret kecil dari lanskap kehidupan sosial kita hari ini. Kita hidup di era yang sangat serba ada: teknologi begitu canggih, informasi melimpah dalam genggaman, dan layar gagah pintar menyajikan segala jawaban. Namun, di tengah semua kemudahan itu, ada sesuatu yang perlahan mengering di dalam diri kita: kepekaan etis dan ketajaman bernalar.













