Sembari menghirup sisa kopi pagi ini, mungkin sudah saatnya kita tidak hanya sibuk mempercantik tampilan di layar kaca, tetapi juga mereboisasi akal budi dan nurani kita sendiri. Sebab pada akhirnya, peradaban yang tangguh tidak dibangun dari megahnya teknologi semata, melainkan dari kedalaman etika dan kejujuran cara berpikir warga bangsanya.***
Penulis adalah:
– Alumni Universitas Al-Azhar Kairo Mesir,
– Kandidat Doktor di Pascasarjana S3 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Page 4 of 4













