Ditanya soal “buah manis” jika UIN pindah ke BSI, jawaban Tedi menohok: “Ya termasuk hal demikian harus jelas juga, biar menguntungkan juga. Tidak untuk target kompensasi, lebih untuk kemudahan layanan bagi dosen dan karyawan.
”Kalimat itu menandai pergeseran. Setelah 14 tahun “dimanjakan” mobil mewah, UIN kini menuntut hal paling dasar: layanan bank yang tidak menyusahkan.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen BJBS belum memberi penjelasan resmi soal akar masalah gangguan sistem dan kapan normal kembali.Kontrak “seksi” 2011 kini diuji: bertahan 2 tahun lagi sampai 2027,atau berakhir lebih cepat karena gagal menjaga kepercayaan sekitar 3000 nasabah UIN Bandung ?*** (Baron)













