Kondisi ini memaksa Wakil Rektor II Prof. Tedi Priatna,mengeluarkan ultimatum. Hasil rapat pimpinan 9 Juni 2026 disebar ke grup WA dosen-karyawan: jika hingga 10 Mei 2026 layanan tak membaik, UIN akan mempertimbangkan hijrah ke bank lain.
Sinyal Kuat ke BSI
Ancang-ancang pindah sudah jalan. Bagian keuangan UIN mengedarkan form pembukaan dan pemutakhiran rekening Bank Syariah Indonesia dengan batas akhir 9 Juni 2026. Sasarannya: pegawai BLU, PPPK, dan kontrak.
“Rencana 11 Juni ada rapim lagi. Alternatif solusi sedang disiapkan,” kata Prof.Tedi. Ia menegaskan perpindahan belum bisa mendadak karena kontrak BJBS baru habis 2027.
“Gak bisa tiba-tiba pindah sebelum clear. Jangan sampai ada class action,” tegasnya.
Paradigma Bergeser: Layanan ke Kompensasi













