Kesimpulannya Jokowi dengan pola pencitraan (bergaya populis) dengan tingkat kecerdasan yang sederhana, ternyata harus diakui sanggup merusak mentalitas dan moralitas para kaum intelektual tidak hanya kepada ‘UGM’, namun kepada petinggi TNI dan tentu saja karakter buruk Jokowi sudah banyak mengkontaminasi (sulit dihitung jumlahnya) moralitas para leglslator dan aparatur hukum di institusi Polri, Kejaksaan (eksekutif) dan para hakim (yudikatif).
Penutupnya, andai kelak pihak UGM nekat alogia karena menyatakan, “Arsip penting terkait orisinalitas Jokowi alumni UGM hilang”. Maka sederhana dan logis publik tanyakan, “kenapa Jokowi menempel foto yang bukan dirinya (orang lain) tapi asli lulusan UGM”. Lalu pertanyaan lanjutan versi revolusi mental, “apakah para civitas akademik pro kejahatan saat ini, imunitas sanksi hukum mirip terduga aktor Ijazah Palsu? Atau kah mirip dengan sosok pemeran utama dunia maya ‘Bocah Tolol Fufu Fafa dan Sang Pamannya, serta mirip adik dan iparnya?”












