“Bagaimana masyarakat mau berpartisipasi kalau tidak tahu apa itu Komisi Informasi dan apa saja yang kami lakukan. Ke depan, kami berharap KI tidak hanya dipandang sebagai lembaga pemutus sengketa informasi, tetapi juga sebagai lembaga yang didambakan publik,” jelasnya.
Harry juga menyampaikan bahwa, booth ini menjadi langkah awal menuju kegiatan sosialisasi yang lebih besar, seperti pameran keterbukaan informasi publik di masa mendatang.
“Booth ini menjadi percontohan. Kami pasang mulai 10 Januari hingga 11 Maret. Ke depan, jika ada siswa magang lagi, kami sudah punya role model yang bisa dikembangkan lebih luas,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu siswa magang dari SMK PGRI 35 Jakarta Barat, Rewzaq Fahlevy mengaku senang dan bersyukur dapat terlibat dalam kegiatan tersebut.












