Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) Provinsi DKI Jakarta, Syaifullah Hidayat, menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan oleh Komisi Informasi.
“Kami memahami bahwa pengelolaan BUMD harus dilakukan secara akuntabel dan sesuai ketentuan perundangan. Saat ini kami tengah membangun agenda mingguan untuk menyampaikan informasi secara rutin kepada publik,” ujarnya.
Syaifullah juga menegaskan komitmen BP BUMD dalam menjalankan prinsip keterbukaan informasi publik sebagai bagian dari amanat konstitusi.
Daftar 32 Badan Publik yang Mengikuti Presentasi E-Monev Hari Kedua (11 November 2025):
1. Badan Kepegawaian Daerah Provinsi DKI Jakarta,
2. Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta,
3. Badan Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa Provinsi DKI Jakarta,
4. Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Provinsi DKI Jakarta,
5. Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah Provinsi DKI Jakarta,
6. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi DKI Jakarta,
7. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta,
8. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta,
9. RSKD Duren Sawit,
10. RSUD Jagakarsa,
11. RSUD Budhi Asih,
12. RSUD Jatipadang,
13. RSUD Cempaka Putih,
14. RSUD Johar Baru,
15. RSUD Cilincing,
16. RSUD Kebayoran Baru,
17. RSUD Kebayoran Lama,
18. RSUD Kramat Jati,
19. RSUD Kembangan,
20. RSUD Mampang Prapatan,
21. RSUD Kepulauan Seribu,
22. RSUD Matraman,
23. RSUD Koja,
24. RSUD Pasar Minggu,
25. RSUD Pasar Rebo,
26. RSUD Tanah Abang,
27. RSUD Pesanggrahan,
28. RSUD Tanjung Priok,
29. RSUD Sawah Besar,
30. RSUD Tarakan,
31. RSUD Tamansari,
32. RSUD Tebet. (Red).












