”Dengan kondisi sekarat ini, usaha rakyat masih harus dihadapkan pada set up global one world digital economiy tentu akan menyulut persoalan komplek. Kami tak pernah ikhlas, usaha rakyat jadi korban one world digitial ekonomi.”
Lebih jauh lagi, lanjut Ali Mahsun, bahkan sejak zaman kemerdekaan atau sudah 77 tahun berjuang bersama hingga sekarang, posisi ekonomi rakyat belum ditempatkan secara proporsional. “Selama ini, organisasi petani, pedagang, buruh, nelayan, ojek dan lainnya berjuang sendiri-sendiri, ujungnya adalah kegagalan dalam menyalurkan aspirasi bersama, jadi tidak ada perubahan. Untuk itulah, digelar silatbar dan Kongres I Ekonomi Rakyat 2022,” tuturnya.
Disisi lain, Ali Mahsun menegaskan, tidak anti asing dalam pengembangan ekonomi kerakyatan. Silahkan asing hadir, dengan syarat mengetuk pintu dan berkolaborasi dengan baik. Namun sebaliknya, kalau kehadiran asing hanya merenggut ekonomi rakyat dan menjajah ekonomi bangsa, saya tegaskan akan pimpim sendiri pergerakan ekonomi rakyat nusantara.













