Pelaksanaan silatbar ini, lanjut Ali Mahsun, nanti hasilnya akan dibahas lebih lanjut di tingkatkan kongres I ekonomi rakyat. Kini, semua yang berkepentingan untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi.
“Rakyat harus jadi subyek, bukan sebagai obyek.Karena itu, rakyat harus didampingi kegiatan ekonomi dari hulu hingga hilir. Ekonomi rakyat kecil harus dipagari rapat, bertujuan untuk masyarakat adil dan makmur. Rakyat tak boleh dijadikan korban,” cetusnya.
Wadah Organisasi
Ketua Tim Perumus Rumah Besar Nusantara Ekonomi Rakyat sekaligus Ketua Harian Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI), Hery Haryanto Azumi mengatakan, pertemuan silatbar mengusung konsep besar tanpa kehadiran korporasi bahkan pemerintah dan terus berjalan. “Segenap pimpinan asosiasi dan kita semua yang hadir, merupakan payung besar. Tanpa persatuan yang kuat, ekonomi rakyat tidak mungkin diperhitungkan,” ungkapnya.











