“Kejuaraan dan kegiatan-kegiatan diklat yang selama ini cenderung lebih banyak di kota-kota besar, tidak mampu dijangkau oleh para praktisi taekwondo di pelosok daerah. Jika pun mereka bisa mengikuti kegiatan tersebut, biaya yang diperlukan sangatlah besar. Faktor kendala geografis dan luasya wilayah Indonesia inilah yang menjadi sebab utama terjadinya gap. Dan karena faktor itulah pada akhirnya saat Rakernas Januari 2022 lalu, diputuskan bahwa kejuaraan nasional taekwondo akan dibagi kedalam 6 wilayah,” ujar Thamrin Marzuki.
Lebih lanjut, Ketua Umum PBTI menegaskan bahwa, dengan adanya kejurnas wilayah ini, dirinya yakin para atlet dan pembina taekwondo di daerah akan lebih semangat dan termotivasi membina dan mengembangkan terus atmosfir taekwondo.













