Jakarta – bedanews.com – Kejuaraan nasional taekwondo dengan dibagi kedalam 6 wilayah adalah merupakan bentuk aspirasi dan masukan dari para praktisi taekwondo dan pengurus provinsi di seluruh Indonesia.
Mereka menilai bahwa, perlunya menata kelola taekwondo, khususnya kejuaraan, diklat dan sebagainya kedalam beberapa wilayah karena faktanya selama ini terjadi gap atau kesenjangan antar daerah yang dikelola oleh Pengprov. Hal ini terjadi lantaran akibat karena kondisi geografis dan luasnya wilayah Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn) Thamrin Marzuki melalui keterangannya ketika menjawab pertanyaan wartawan mengenai alasan pemberlakuan kejurnas wilayah ini, Rabu (3/11).
Menurut Ketua Umum PBTI, salah satu dampak dari kesenjangan tersebut adalah atmosfir pertandingan dan sentra-sentra pembinaan serta pengembangan taekwondo banyak terjadi dan hanya berlaku di beberapa provinsi saja. Dan hal itulah yang menyebabkan adanya dominasi hanya beberapa provinsi saja disetiap event atau ajang pertandingan taekwondo.













