“Ini yang sering tidak disadari bahkan dianggap remeh. Ketika impor energi naik, tekanan terhadap rupiah juga meningkat. Jadi dampaknya bukan hanya fiskal, tapi juga moneter,” katanya.
Paradoks Ketahanan Energi
Silaen menilai, meskipun Indonesia telah melakukan diversifikasi sumber impor energi dari berbagai kawasan seperti Afrika dan Amerika Serikat, hal tersebut belum cukup untuk mengatasi persoalan mendasar.
“Masalah kita bukan hanya dari mana membeli minyak, tetapi seberapa lama kita bisa bertahan tanpa pasokan baru. Di sinilah letak kelemahan kita, yang tak kunjung diperbaiki” ujarnya.
Ia membandingkan kondisi Indonesia dengan negara Jepang yang tidak sebesar Indonesia telah memiliki cadangan strategis energi (strategic petroleum reserve) hingga 120 hari atau lebih.












