Ia menambahkan, dalam situasi geopolitik seperti saat ini, pasar minyak sangat sensitif terhadap persepsi risiko. Kenaikan harga minyak yang menembus di atas US$100 per barel menjadi indikator nyata bahwa stabilitas energi global sangat rapuh.
*Dampak Sistemik ke Ekonomi Nasional*
Lebih lanjut, Silaen mengingatkan bahwa, gangguan pasokan energi tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga merambat ke berbagai sektor ekonomi nasional.
“Efeknya berantai. Harga minyak naik, subsidi BBM tertekan, inflasi meningkat, daya beli turun, dan pada akhirnya bisa memengaruhi stabilitas ekonomi secara keseluruhan,” ujarnya.
Selain itu, kebutuhan impor energi yang tinggi juga berpotensi menekan nilai tukar rupiah akibat meningkatnya kebutuhan devisa.












