*Energi Jadi Instrumen Geopolitik*
Dalam konteks global, Silaen menilai energi kini telah berubah menjadi instrumen kekuasaan strategis. Negara-negara tertentu dapat memanfaatkan posisi geografis maupun kontrol jalur distribusi untuk menciptakan tekanan ekonomi global.
“Energi hari ini bukan sekadar komoditas, tetapi alat tekanan geopolitik. Negara seperti Iran tidak perlu menutup jalur secara total, cukup menciptakan ketidakpastian, maka pasar akan bereaksi,” jelasnya.
*Desakan Perkuat Ketahanan Energi*
Untuk itu, Silaen mendorong pemerintah agar segera mengambil langkah konkret dan mendasar dalam memperkuat ketahanan energi nasional secara struktural.
“Indonesia perlu membangun cadangan strategis minimal 60 hingga 90 hari, mempercepat diversifikasi energi, memperkuat infrastruktur kilang dan penyimpanan, serta melakukan pengawasan yang ketat terhadap pengguna subsidi yang lebih tepat sasaran,” tegasnya.












