Ironisnya, kemudian muncul tuduhan bahwa Jokowi telah membunuh demokrasi dengan menjadikan anaknya sebagai calon wakil presiden dari Prabowo. Padahal, terpilihnya Gibran sebagai wakil presiden terjadi melalui proses demokratis, di mana ia dipilih langsung oleh 58% rakyat Indonesia. Bukankah suara rakyat adalah suara demokrasi? Apakah ada yang dapat membantah kenyataan ini?
Dalam demokrasi, kita mengenal istilah Vox populi vox dei, yang dapat diterjemahkan sebagai “suara rakyat adalah suara Tuhan.”
Artinya, suara rakyat harus dihargai sebagai penyampai kehendak Ilahi. Oleh karena itu, tidaklah tepat jika menjadikan demokrasi sebagai alat propaganda kebencian dan kedengkian kepada seseorang yang memiliki kelebihan yang diberikan oleh Allah SWT.













