Rosye menjelaskan, pemantauan tersebut tidak seperti karantina atau isolasi. Mereka hanya harus tetap di rumah. Petugas secara rutin memeriksa kesehatannya.
“Walau sehat tetapi baru pulang dari Cina terutama Wuhan, maka harus dikarantina. Sedangkan pemantauan tenaga medis tidak perlu datang setiap hari. Apalagi jika koorporaif,” ujarnya.
Menurut Rosye, setelah pemantauan, kategori berikutnya adalah pengawasan Terutama jika dicurigai ada gangguan paru-paru dan sesak. Jika dirontgen ada penggambaran pneumonia, itulah yang diambil sampel untuk dikirim ke Litbangkes Kemenkes.
“Ada yang sudah dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin dan RS Paru Rotinsulu. Kedua RS tersebut yang memang jadi rujukan untuk kasus virus corona,” katanya.
Di luar itu, Rosye mengatakan, Puskesmas terus memantau kesehatan masyarakat di wilayahnya masing-masing. Khususnya menyosialisasikan tentang anjuran untuk memeriksakan diri jika telah melakukan perjalanan dari luar negeri.













