Lebih lanjut, Ia juga menekankan bahwa, halal bihalal adalah budaya Indonesia, bukan ritual keagamaan, maka hal ini bisa diadakan oleh siapapun.
“Halal bihalal bukan ritual keagamaan, namun merupakan budaya Indonesia untuk saling berma’afan, maka boleh diadakan oleh siapapun, demikian pula giat Ramadhan Ceria perlu diagendakan tiap tahun, karena mencerminkan nilai budaya dan nilai spiritual kebangsaan dalam wadah kebhinekaan,” pungkas ustadz Salim.
Sementara itu, dalam sambutan pengantar, Kepala Sekolah SD Karangturi, Eko Margiati, didampingi Ketua Posturi, Heni, menandaskan bahwa, halal bihalal adalah momentum untuk saling berma’afan.
“Melalui halal bihalal ini, sebagai sarana saling mema’afkan dan saling menguatkan antar pimpinan, guru, karyawan, Posturi, di bulan Syawal, karena selama satu tahun kita bekerja sama dan sama-sama bekerja dalam satu gedung, tentu gesekan ataupun selisih faham kadang terjadi,” kata Eko.













