BKN di bawah kepemimpinan Prof. Zudan terus mengakselerasi penerapan sistem ASN Digital yang kini telah diimplementasikan oleh 592 dari 647 kementerian/lembaga.
Salah satu inovasi strategisnya, yakni “Lemari Digital ASN” yang memungkinkan penyimpanan dokumen kepegawaian secara aman, terintegrasi dan tahan terhadap risiko bencana.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Zudan membagikan pengalaman personalnya saat menempuh studi di UNS, kampus yang menjadi titik awal perjalanan akademiknya 38 tahun lalu. Ia menyebut, pengalaman panjang di dunia akademik dan birokrasi membentuk keyakinannya bahwa reformasi birokrasi tidak cukup berhenti pada konsep dan regulasi.
โSaya bersyukur diberi kesempatan membumikan reformasi birokrasi. Terjadi dialog terus-menerus dalam diri saya antara konsepsi, teori, regulasi, dan implementasi. Reformasi birokrasi harus dibumikan, harus sampai pada implementasi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.













