Perbandingan data historis TomTom juga memperkuat kesimpulan tersebut. Pada 2019, tingkat kemacetan Jakarta mencapai 53 persen dan masuk 10 besar dunia. Pada 2020 dan 2021, angka kemacetan memang turun akibat pandemi, namun kembali meningkat setelah aktivitas normal. Sejak 2022, TomTom mengubah metodologi dengan memasukkan durasi perjalanan per 10 kilometer, yang memberikan gambaran lebih nyata tentang kondisi lalu lintas.
Kondisi ini semakin diperkuat oleh data dari INRIX Global Traffic Scorecard 2025. Jakarta tercatat sebagai kota termacet ke-9 di dunia dari 941 kota di 36 negara. Pengemudi di Jakarta kehilangan rata-rata 83 jam per tahun akibat kemacetan. Pada tingkat nasional, INRIX mencatat Jakarta menempati peringkat pertama sebagai kota termacet di Indonesia. Fakta ini menempatkan Jakarta sejajar dengan kota-kota termacet dunia seperti Paris, London, Cape Town, New York dan Chicago.













