Pada aspek digitalisasi, BKN akan terus mempercepat pembangunan ekosistem layanan kepegawaian yang terintegrasi melalui platform ASN Digital. Upaya tersebut menjadi bagian dari transformasi birokrasi yang menempatkan data dan teknologi sebagai fondasi pengambilan keputusan.
Prof. Zudan menyampaikan bahwa, hingga saat ini ASN Digital telah mencatat lebih dari 1,49 miliar kunjungan, dengan tingkat aktivasi _Multi-Factor Authentication_ (MFA) mencapai 94,3 persen ASN nasional. Capaian tersebut menunjukkan semakin tingginya pemanfaatan layanan digital sekaligus meningkatnya kesadaran ASN terhadap keamanan data dan identitas digital.
Di samping itu, untuk mendukung Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027, khususnya pada Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi dan Industri, BKN juga telah menetapkan digitalisasi manajemen ASN dan penguatan pemerintahan digital sebagai fokus utama program kerja prioritas nasional. Kedua agenda tersebut diarahkan untuk memperkuat penerapan sistem merit, integrasi data ASN, serta peningkatan kualitas layanan kepegawaian nasional. Melalui transformasi digital yang berkelanjutan dan penguatan sistem merit, Prof. Zudan optimistis mampu membawa BKN menjadi penggerak utama modernisasi manajemen ASN nasional sekaligus mendukung pencapaian agenda reformasi birokrasi pemerintah.













