JAKARTA || Bedanews.com – Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Rabu (10/06/2026), Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan menegaskan komitmennya untuk memperkuat transformasi tata kelola Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui dua fokus utama, yakni digitalisasi manajemen ASN dan penguatan sistem merit. Kedua agenda tersebut menjadi prioritas BKN dalam mendukung agenda pembangunan nasional sekaligus mengelola jumlah ASN yang terus bertambah.
Dalam paparannya, Prof. Zudan mengungkapkan bahwa, jumlah ASN yang dikelola secara nasional kini mencapai sekitar 6,7 juta orang (data Juni 2026). Angka tersebut meningkat signifikan setelah pelaksanaan rekrutmen ASN tahun 2024 dan 2025. Menurutnya, peningkatan jumlah ASN harus diimbangi dengan sistem pengelolaan yang modern, terintegrasi, dan berbasis merit. “Semakin besar jumlah ASN, semakin besar pula kebutuhan akan tata kelola yang efektif. Karena itu BKN fokus pada digitalisasi manajemen ASN dan penguatan sistem merit agar birokrasi semakin profesional, adaptif dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan,” ujar Prof. Zudan di hadapan Komisi II DPR RI.













