Bandung, BEDAnews
Forum Komunikasi Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung, memprotes dan menyesalkan kampus UIN Bandung yang disinyalir telah dijadikan ajang kegiatan politik praktis oleh salah seorang calon gubenur jabar Irianto MS Syafiudin alias Yance, Rabu (23/5).
FKDU menduga kedatangan Yance sebagai calon gubenur dari partai golkar ini, bukan sekedar untuk menjadi nara sumber dalam seminar yang di gelar mahasiswa. Tapi dibalik itu ada nuansa kegiatan politik untuk mencari dukungan dari civitas akademika UIN Bandung dalam menghadapi Pilgub Jabar 2013 mendatang.
“Kami sangat kecewa fasilitas kampus yang nota bene ruang akademik, di jadikan wahana untuk melakukan kegiatan kompanye, kampus seharusnya bebas dari pada semua kegiatan politik praktis,” tegas Ketua FKD UIN Bandung, Muflich Hasbullah, Kamis, (24/5).
Menurutnya, kalau Yance datang hanya untuk menjadi nara sumber diskusi atau seminar tidak jadi masalah dan tidak akan dipermasalahkan. Tapi yang menjadi persoalan, mereka datang dengan membawa atribut partai.
”Bagaimana orang tidak menuduh kampanye, kalau datang ke kampus untuk jadi nara sumber membawa tim sukses dengan berbagi atribut partai, “katanya.
Dijelaskannya, jika kampus dijadikan ajang kompanye politik, maka akan menjadi preseden buruk kedepanya. Karena itu sambung Muflich, netralitas kampus harus tetap terjaga, jangan dikotori oleh kepentingan sesaat dengan mengorbankan institusi. ”Secara pribadi saya mengagumi Yance. Dia orang hebat, tapi kalau caranya seperti ini, kami akhirnya tidak simpati,“ aku Muflich.
Bukan hanya diprotes oleh FKDU, kedatangan Yance beserta Tim suksesnya itu juga tidak mendapat respon pihak otoritas kampus. Karena selidik punya selidik, kegiatan mahasiswa yang mendatangkan Yance tersebut ternyata tidak koordinasi kepada pihak jurusan, dekanat, maupun rektorat.
Menurut sumber di UIN, kedatangan Yance diluar rencana kegiatan, sebab nama Yance tidak tercantum dalam proposal resmi yang diajukan kepada pihak otoritas kampus. (hargribs)











