*INDIKASI CAMPUR TANGAN POLITIK*
Kebijakan importasi sejak sepuluh tahun terakhir
(2016-2026) sudah menjadi konsumsi publik bahwa, pelayanan impor dan ekspor di jadikan pimpinan Kementerian sebagai ladang sapi perah.
Kondisi ini dipraktetkan dari Menteri ke Menteri, sebagaimana yang sering diteriakkan (almarhum Rizal Ramli) bahwa, para Menteri mengambil rente/keuntungan dari setiap kebijakan dan mengesampingkan kepentingan rakyat dalam upaya stabilitas harga dan pemenuhan barang di pasar konsumen dengan harga yang layak diteri rakyat.
Belakangan ini, berbagai permohonan importir yang mengajukan permohonan pada Januari 2026 hingga kini tidak dilayani PI nya kendatipun perusahaannya telah diferivikasi petugas Kemendag/Clean and Clear.













