Dan pengungkapan dugaan publik atas pembunuhan terhadap 894 para korban pejuang Pemilu 2019 yang meninggal karena kecapekan secara rame-rame!
Namun penulis yang eks pengacara Beliau, *_namun pastinya bukan mantan simpatisan,_* yang begitu dekat era 2015-2020 dan sering sampai menjelang adzan subuh bercakap via chat WhatsAp (2017-2020) dan kala HRS diperiksa oleh penyidik dalam tuduhan yang menyangkut “kebebasan menyampaikan pendapat, atau dalam konstruksi hukum “peran serta masyarakat”, alhamdulillah semua kasus stagnan dan sebagian SP.3. Bahkan sejarahnya penulis dan rekan kelompok pecinta beliau akan balas lapor ke yang berwenang atau hinakan orang-orang yang hinakan beliau, walau sekalipun mereka “penduduk istana maupun artis top berakhlak jorok derajat sales dendeng basah”, gak ada urusan, bahkan penulis untuk beberapa kali menjadi Korlap aksi damai.













