Pokoknya banyak manusia nano-nano sesuai fenomena dan dinamika kehidupan di dunia fana, yang takdirnya memang rupa-rupa.
Maka tiada lain, ini strategi politik HRS diawali pemberikan dukungan kepada RK-Sus walau Beliau tahu sebagai orang cerdas bahwa metode politik yang Beliau gunakan tidak populer serta bakal high risk mengundang cemoohan, baik dari internal yang gercos atau simpatisan HRS dengan pola gerakan tidak hadir di TPS maupun resiko mendapatkan cemoohan liar yang datang justru bukan dari orang yang capek berjuang di pemilu pilpres 2019 (dibaca orang yang bukan mendukung kepada Prabowo kala pilpres 2019), namun sekedar provokator karena tidak kebagian remah-remah pembangunan-isme atau politik kue-isme.
Yang jadi masalah publik simpatisan beliau diluar Organisasi FPI, Persada 212 dan diluar GNP Ulama cikal bakal GNPFU kelompok keras pelawan Ahok penista agama, yang akhirnya menjadi alumni 212 dari sabang hingga merauke walau bukan berarti mutatis mutandis alumnus 212 bisa di klaim menjadi anggota Persada 212 maka yang paling aman dan halal sebut saja kelompok simpatisan Dr. Habib Riziek Shihab (HRS).













