Maka, kesemua peristiwa gejala-gejala perkembangan politik inilah salah satunya, alasan primer Prabowo mengutus dua orang kepercayaannya menemui HRS dan strategy cooling system (Proses pendinginan suhu politik) dan termasuk politik antisipasi, diantaranya dengan umrohnya HRS selama hampir 60 hari menjelang pelantikan dan pasca pelantikan.
Terlebih seorang politisi senior kelas tinggi dan bekal ilmu intelijen yang Jendral Prabowo miliki, yakin sadari kekuatan aksi muslim terbesar di tanah air yang bakal bisa merepotkan sepanjang kepemimpinannya khusunya di Ibu Kota Jakarta dan menimbang, mengingat dan menyadari HRS dan umat serta simpatisan HRS yang pernah mendukungnya, lalu Ia sakiti.
Jangankan tipikal Prabowo pengincar asli kursi jabatan nomor satu RI dan beda basic, serta “terpaksa” berbuat khianat terlebih dikelilingi politisi hitam dan abu-abu dengan kostum politik pragmatis, karena kenyataannya di sekeliling beliau pun ada juga makhluk kaplingan sempit nalar, hobi nyunat atau makar komando beliau, *_ini riil._*













