Ada anggapan bahwa perempuan adalah makhluk yang sempurna untuk menebar kebaikan. Namun, di tangan orang-orang yang manipulatif, predikat ‘baik’ menjadi jerat. Karena empati dianggap sebagai kelemahan. Ketulusan dianggap sebagai kesempatan untuk eksploitasi. Dan Kesabaran dianggap sebagai izin untuk terus menyakiti. Luka yang dirasakan muncul karena ada benturan hebat antara ketulusan jiwa dengan kekosongan jiwa dunia. Kita terluka bukan karena kita lemah, tapi karena kita tetap memilih untuk menjadi manusia di tengah lingkungan yang telah kehilangan kemanusiaannya.
Melawan dengan Kewarasan
R.A. Kartini tidak hanya melawan dengan surat, namun dengan pemikiran. Untuk menghadapi dunia yang manipulatif, ‘Jangan biarkan siapa pun memadamkan api logika hanya karena mereka tidak tahan melihat cahayanya’. Melawan manipulasi tidak harus dengan cara menjadi jahat. Melawan manipulasi adalah dengan tetap memegang kendali atas kebenaran yang di yakini. Jika dunia mencoba merusak kewarasan, maka menjaga kesehatan mental dan kejernihan berpikir adalah bentuk emansipasi tertinggi di zaman ini.













