*September Jangan Hanya Menunggu Hujan*
Memasuki September, Samuel menilai, pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan perubahan cuaca untuk mengakhiri persoalan karhutla.
Kondisi relatif kering masih menjadi risiko di sejumlah wilayah. Karena itu, September seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat langkah pencegahan.
Patroli, deteksi dini, pemantauan gambut, kesiapan sumber air, dan pengawasan kawasan harus berjalan secara simultan.
“Kalau seluruh strategi baru bergerak setelah api membesar, negara selalu berada satu langkah di belakang kebakaran,” imbuhnya.
*Cari Penyebab, Bukan Kambing Hitam*
Samuel menilai, penanganan karhutla membutuhkan pendekatan yang objektif.
Ketika asap muncul, publik tentu ingin mengetahui siapa yang bertanggung jawab. Namun, proses hukum tidak dapat dibangun berdasarkan dugaan semata.













