*Keberhasilan Tidak Cukup Diukur dari Water Bombing*
Samuel juga mengingatkan agar keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya diukur dari jumlah operasi pemadaman udara atau banyaknya titik api yang berhasil dipadamkan. Menurutnya, ada pertanyaan yang jauh lebih penting: apakah api benar-benar padam, apakah bara di bawah permukaan telah diperiksa, apakah lokasi yang sama kembali terbakar, apakah masyarakat telah mendapatkan perlindungan dari dampak asap, dan apakah penyebab kebakaran berhasil ditemukan. Jika pertanyaan-pertanyaan tersebut belum terjawab, kata Samuel, pekerjaan penanganan karhutla belum dapat dikatakan selesai.
“Karhutla bisa saja terlihat menurun di layar satelit, tetapi kembali meningkat ketika kondisi kering bertahan,” ujarnya.













