Diperlukan bukti, lokasi, kronologi, hubungan sebab-akibat, serta pertanggungjawaban yang dapat dibuktikan.
Karena itu, investigasi terhadap karhutla harus menjawab sejumlah pertanyaan mendasar: siapa yang menguasai lahan, bagaimana status kawasan, kapan api pertama kali terdeteksi, dari mana api bergerak, aktivitas apa yang berlangsung sebelum kebakaran, apakah sistem pencegahan telah berjalan, bagaimana respons pengelola kawasan, dan apakah terdapat kelalaian.
“Jangan mencari kambing hitam. Tetapi jangan pula membiarkan dugaan pelanggaran berlalu tanpa pemeriksaan,” katanya.
Menurut Samuel, prinsip tersebut penting agar pihak yang benar-benar bertanggung jawab dapat diproses berdasarkan bukti, sementara pihak yang tidak terbukti melakukan pelanggaran tidak menjadi korban tuduhan.













