Selain itu wisata pada umumnya adalah sarana untuk hiburan, bersenang-senang, menghilangkan kejenuhan karena aktivitas yang padat, ataupun sekadar mengurangi stress. Hal tesebut tidak salah Jika dilakukan tanpa berlebihan dan melalaikan dari penyelesaian akar permasalahan. Akan tetapi yang menjadi masalah saat ini ketika wisata jadi pengalihan dari penyelesaian permasalahan sesungguhnya. Masyarakat diarahkan untuk mengejar keuntungan dan kebahagiaan yang besifat materi semata. Sehingga mereka jauh dari nilai-nilai ruhiyah (agama).
Dalam masyarakat yang menganut sistem kapitalis, aturan agama dipisahkan dari kehidupan. Sehingga agama hanya ditempatkan sebagai pengatur dalam ibadah saja. Sementara kebahagiaan diukur dari seberapa besar mendapatkan kenikmatan dunia yang bersifat materi, dan standar perbuatannya adalah manfaat. Maka tidak heran jika sektor pariwisata pun dilirik sebagai sarana untuk menambah sumber pendapatan. Sebab di sana tampak ada peluang untuk mendapatkan keuntungan materi dan manfaat, tanpa mempertimbangkan hal lain.













