Kondisi ini berbeda dengan sistem Islam. Kebahagiaan diukur dari keridhaan Allah Swt. Sehingga yang menjadi dasar pertimbangan dalam melakukan aktivitas adalah perintah dan larangan-Nya. Hiburan bagi masyarakat Islam merupakan sarana untuk lebih mendekatkan diri terhadap Allah Swt. Bukan hanya bersenang-senang, lebih jauh dari itu untuk meningkatkan kualitas keimanan dan katakwaan kepada-Nya. Dalam hal ini salah satu yang bisa dilakukan dengan tadabur alam yang penuh keindahan sehingga muncul rasa takjub akan keagungan Allah Swt. sebagai zat yang Maha Pencipta.
Begitupun dari sisi kepemimpinan dalam Islam. Pemimpin merupakan pelayan bagi rakyat. Dia bertanggung jawab terhadap semua urusan rakyatnya. Termasuk dalam urusan penyediaan tempat tinggal yang layak, harus dipenuhi prasyarat sebagai tempat yang pantas dihuni oleh manusia dari sisi kesehatan dan kenyamanan.













