Mereka sadar bahwa dalam perang modern, yang menentukan kemenangan bukan hanya kecanggihan teknologi, tetapi kualitas manusia yang mengendalikannya.
*Ketika Seragam Kehilangan Aura Tempurnya*
Yang paling berbahaya bukanlah ketika tentara memasuki ruang sipil.
Yang paling berbahaya adalah ketika budaya sipil yang transaksional mulai mendominasi cara berpikir militer.
Sedikit demi sedikit orientasi berubah.
Yang dahulu sibuk membahas skenario operasi, kini lebih banyak membahas skenario jabatan.
Yang dahulu berdebat tentang kesiapan tempur satuan, kini lebih sibuk membaca konfigurasi kekuasaan.
Yang dahulu bertanya bagaimana memenangkan peperangan, kini lebih sering bertanya bagaimana mengamankan posisi.













