Oleh: Mayor Jenderal TNI (Purn) Fulad (Penasihat Militer RI untuk PBB (2017–2019)
JAKARTA || Bedanews.com –
*Pendahuluan*
Ada sebuah ironi yang pelan-pelan tumbuh di tubuh banyak organisasi besar: ketika ancaman semakin kompleks, perhatian justru semakin sibuk mengurus hal-hal yang bukan ancaman.
Dalam dunia militer, ironi itu lebih berbahaya. Sebab yang dipertaruhkan bukan sekadar reputasi institusi, melainkan keselamatan negara.
Dahulu, seorang jenderal diukur dari seberapa baik ia membaca medan, membangun kesiapan tempur, memahami karakter musuh, dan memimpin prajurit di bawah tekanan. Hari ini, ukuran itu terasa semakin kabur. Yang lebih sering menjadi bahan pembicaraan justru kedekatan dengan pusat kekuasaan, kemampuan membangun jejaring, kecakapan tampil di ruang publik, atau kepiawaian membaca arah angin politik.













