Perilaku Sengkuni bukan hanya di era masa lalu kerajaan Astina yang ahli komunikasi agitasi politik yang terus bermain di sekitar istana Astina tapi di era Indonesia hari ini juga banyak Sengkuni -Sengkuni gaya baru, Perilaku Sengkuni pernah di ceritakan oleh guru sejarah, Sengkuni itu personifikasi dari Politisi busuk yang terus membuat kegaduhan dan kekacauan di muka bumi. Perlaku Sengkuni yang tak pandai terima kasih dan berjiwa penghianat mempermalukan jiwa prajurit dan kehormatan dalam cerita Mahabarata.
Cerita tentang pengkhianatan politik di negeri tercinta ini, seakan tak ada habis habisnya, dari masa ke masa, dari masa raja raja era feodalisme sampai era oligarki dan kapitalisme selalu hadir dengan wajah berbeda tapi sifatnya yang sama, politik sulit ditebak tapi perilku politik terkadang mudah di tebak, gejala persengkokolan , gejala ambisi meraih jabatan dengan mudah ditafsirkan oleh para analis politik kemana arah akhir ceritanya. Perilaku politik yang elegan dan bermartabat adalah perilaku yang amanah, pandai berterima kasih kepada orang yang pernah memberikan jalan jalan kesuksesan sehingga memiliki prestasi dan sukses. Sebab manusia yang tak padai terima kasih kepada orang yang pernah memberikan sesuatu kebaikan kepadanya, maka percaya lah lebih amat sulit lagi bisa bersyukur kepada Tuhannya sehingga akan dilanda rasa kekuragan dan kegelisahan jiwa yang tak berkesudahan.













