EkonomiHeadline

Jelang Natal dan Tahun Baru Stok Beras Jabar Aman

Bandung, BEDAnews.com – Menjelang musim liburan sekolah, natal dan tahun baru ini stok beras di Jawa Barat dinyatakan aman meskipun sebelumnya adanya kemungkinan fluktuasi harga beras terkait dengan mundurnya musim tanam padi di beberapa daerah di jabar.

Demikian disampaikan Kabag Ketahanan Pangan & Pertanian Biro Perekonomian Setda Prov Jabar,  Ir. Dery Andriawan,MM. Dalam acara Jabar punya informasi (Japri#57) dengan tema Infl;asi yang berlangsung di loby Museum Gedung Sate Kamis (19/12/2019).

Dengan telah terjadinya kemunduran masa tanam padi yang biasanya kita mulai tanam bulan September, Oktober sampai Desember, sampai saat ini ada beberepa wilayah yang belum mulai masa tanam karena terjadinya kekeringan kemarin. Sehingga  diprediksi awal-awal bulan ini akan terjadi kenaikan harga beras.

Oleh karena itu pihaknya beberapa kali mengadakan koordinasi dengan pertanian, bulog, terutama terkait dengan stok beras yang ada di Bulog.

“Alhamdulillah ini perlu kami informasikan juga berdasarkan informasi dari Bulog. Bahwa ketersediaan beras Jabar sampai saat ini untuk 10 bulan sdh tersedia, jadi stok beras jabar dalam kondisi aman.” Sebutnya.

Terkait dengan tingkat inflasi di Jawa Barat Dery menyebutkan, saat ini Inflasi Jabar ada di kisaran 2,8 mudah2an sampai ahir tahun ini,  tidak melebihi target 3,5 persen per tahun. Gubernur sangat konsern sekali terhadap upaya pengendalian inflasi ini.

Karena Jabar dengan jumlah penduduk terbesar paling terdampak sekali apabila terjadi inflasi, terutama pada masyarakat miskin yang paling merasakan. Sebagaimana dimaklumi jumlah penduduk miskin di jabar  berdasarkan data BPS itu sekitar 6.9 % atau sekitar 3,4 juta.

“Apabila inflasi ini tidak bisa dikendalikan maka akan memperparah penduduk miskin,  perlu diketahui diatas garis kemiskinan ada penduduk yang dikategorikan hampir miskin, sehingga apabila inflasi ini tidak bisa dikendalikan maka penduduk yang hampir miskin ini akan turun menjadi penduduk miskin jadi akan lebih banyak lagi penduduk di Jawa Barat yang dikategorikan miskin.” Tukasnya

Japri yang juga dihadiri narasumber, Kadiv Advisory & Keuangan Bank Indonesia, Taufik Saleh, SE.,MBA .Kadishub Provinsi Jawa Barat, Hery Antasari, ST.,M.Dev.dan  Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Prov Jabar, Hj. Eem Sujaemah, SH.,MH.

Sementara Kadiv Advisory & Keuangan Bank Indonesia, Taufik Saleh, SE.,MBA mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya-upaya untuk mengendalikan inflasi di Jabar supaya tidak tembus ke angka 3,5 persen.

Adapun hal yang dilakukan pihaknya bersama pemerintah daerah melakukan operasi pasar dan memantau pergerakan harga kebutuhan bahan pokok,jelasnya.

Hal senada dikatakan Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Prov Jabar, Hj. Eem Sujaemah, SH.,MH.Pihaknya telah melakukan siaran keliling (sarling) ke beberapa pasar di kota Bandung diantaranya; pasar Kiaracondong,Kosambi dan Balubur.

Hal tersebut dilakukan dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dan tersedianya pasokan ,sehingga harga dapat dikendalikan, jelasnya

Sedangkan Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Hery Antasari mengatakan, pihaknya akan memantau harga-harga tiket pesawat, oto bus, kereta api dan lain-lain terkait jasa transportasi, karena hal itu juga dapat menyebabkan inflasi, sebutnya.@hermanto

Selanjutnya

Related Articles

Back to top button
Close